twitter


Pengusaha pembibitan sapi skala menengah atas seharusnya dapat memberikan jaminan kredit bagi peternak. Dengan demikian, tidak akan ada masalah serius terkait penjaminan dalam penyaluran kredit usaha pembibitan sapi. Pengusaha dan koperasi yang memberikan jaminan dalam bentuk aset. Sebab, persoalan jaminan sudah menjadi masalah umum terkait ketentuan perbankan. Ada tiga pola penyaluran KUPS yaitu, kepada pengusaha skala menengah atas yang bermitra dengan kelompok tani. Apabila peminat KUPS dari mitra gabungan pengusaha, koperasi dan kelompok tani banyak, kelompok tani yang lain tinggal bergabung dalam kemitraan itu. Dalam dialog dengan MENTAN di Pasuruan, ketua umum gabungan Koperasi Susu Indonesia menyampaikan keluhan tentang beban berat pengusaha jika harus memberikan jaminan kredit bagi kelompok tani mitra usahanya. Pengusaha mengharapkan ada kebijakan lain yang memungkinkan kemudahan penjamina kredit, antara lain sapi yang dibeli dari dana kredit, bisa dijadikan agunan.

Untuk mengembangkan sapi potong dan sapi perah, pemerintah meluncurkan KUPS dengan bunga 5 persen pertahun. Selisih antara bunga komersial dan KUPS disubsidi pemerintah. Ada empat bank yang ditunjuk untuk melaksanakan program ini yaitu,Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank Bukopin. Total anggaran subsidi bunga yang diberikan tahun 2009 sebanyak Rp 145 miliar, tahun 2010 menjadi Rp 250 miliar. Program KUPS dirancang lima tahun dengan total anggaran untuk subsidi bunga Rp 1 triliun.

Dengan anggaran subsidi Rp 145 miliar, sapi perah mendapat alokasi 20 persen,yakni sekitar Rp 29 miliar. Program KUPS diharapkan dapat menambah populasi sapi perah sehingga dapat meningkatkan produksi susu. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Zaenal menyatakan, peningkatan produksi susu sangat diperlukan, karena hingga kini Indonesia sangat bergantung pada susu impor.Dari 2,3 juta ton kebutuhan susu nasional,sekitar 1,8 juta ton dipenuhi dari impor.

1 komentar:

  1. Dalam penyaluran kredit usaha pembibitan sapi seharusnya dapat memberikan jaminan kredit bagi peternak. Pengusaha dan koperasi yang memberikan jaminan dalam bentuk aset. Karena persoalan jaminan sudah menjadi ketentuan perbankan. Oleh karena itu apabila koperasi dijadikan ajang spekulasi maka akan kehilangan salah satu sendi dasarnya, karena hanya akan bermanfaat bagi para pemilik uang saja dan tidak semata-mata mensejahterakan anggotanya. Untuk itu bunga modal dalam koperasi harus dibatasi.

Poskan Komentar